RAT Ke-5 KSPPS Al Ishlah Mitra Sejahtera: Memperkuat Peran Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Umat

Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Al Ishlah Mitra Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-5 Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Gedung PGRI Kota Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi koperasi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pengembangan koperasi ke depan. RAT merupakan forum tertinggi dalam sistem tata kelola koperasi. Dalam forum ini, seluruh anggota memiliki hak untuk mengetahui perkembangan organisasi, mengevaluasi kinerja pengurus, serta memberikan masukan terhadap arah kebijakan koperasi. Dengan demikian, RAT tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi ruang demokrasi ekonomi yang menegaskan bahwa koperasi dijalankan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Pelaksanaan RAT ke-5 KSPPS Al Ishlah Mitra Sejahtera tahun ini mengusung semangat sinergi untuk mewujudkan koperasi yang sehat dan profesional. Hal tersebut tercermin dari komitmen pengurus dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta memperluas peran koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, M.Pdi menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran fundamental sebagai “soko guru perekonomian bangsa.” Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi ekonomi yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat. “Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa. Di dalam koperasi terdapat semangat kebersamaan, gotong royong, serta keadilan ekonomi yang menjadi kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Secara historis, gagasan koperasi di Indonesia memiliki akar yang kuat dalam perjalanan bangsa. Gerakan koperasi mulai dikenal sejak akhir abad ke-19 ketika Raden Aria Wiriatmadja mendirikan lembaga simpan pinjam bagi para pegawai negeri di Purwokerto pada tahun 1896. Inisiatif tersebut lahir sebagai upaya untuk membantu masyarakat terbebas dari praktik rentenir yang menjerat kehidupan ekonomi rakyat. Perkembangan koperasi kemudian semakin menguat setelah kemerdekaan Indonesia, terutama ketika Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, mendorong koperasi sebagai model ekonomi yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Melalui pemikiran beliau, koperasi dipandang sebagai sistem ekonomi yang mengedepankan nilai kebersamaan dan keadilan sosial. Sejalan dengan sejarah tersebut, keberadaan koperasi modern seperti KSPPS Al Ishlah Mitra Sejahtera menjadi bagian dari kelanjutan gerakan ekonomi rakyat yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. Melalui pengelolaan yang profesional serta berlandaskan prinsip syariah, koperasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Dengan terselenggaranya RAT ke-5 ini, KSPPS Al Ishlah Mitra Sejahtera diharapkan dapat terus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang kuat, terpercaya, dan berkelanjutan. Lebih dari itu, koperasi diharapkan tetap menjaga jati dirinya sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berpijak pada nilai kebersamaan, kemandirian, serta semangat gotong royong dalam membangun perekonomian bangsa.

14 March 2026 | 06:01
Kegiatan DEKOPINDA
Bagikan:
Kegiatan DEKOPINDA 14 March 2026 | 06:01
RAT Ke-5 KSPPS Al Ishlah Mitra ...
“Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa. Di ...